<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gaul Blog</title>
	<atom:link href="http://riduanfrido.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://riduanfrido.wordpress.com</link>
	<description>Masa Depan Milik Islam</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Aug 2010 05:30:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='riduanfrido.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/11ae7fa02b146dd419ff1712619fd2e3?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Gaul Blog</title>
		<link>http://riduanfrido.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://riduanfrido.wordpress.com/osd.xml" title="Gaul Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://riduanfrido.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SMAN GAUL mengadakan Nuzul Qur&#8217;an</title>
		<link>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/sman-gaul-mengadakan-nuzul-quran/</link>
		<comments>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/sman-gaul-mengadakan-nuzul-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 05:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riduanfrido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riduanfrido.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[SMA NEGERI 3 UNGGULAN KAYUAGUNG memperingati Nuzul Qur&#8217;an di Sekolah dengan acara yang sangat meriah. Peringatan Nuzul Qur&#8217;an ini dilaksanakan setiap tahunnya. OSIS dan ROHIS bekerja sama dalam memperingati Nuzul Qur&#8217;an ini. Adapun penceramah yang diundang dar luar kota. Nasyid &#8230; <a href="http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/sman-gaul-mengadakan-nuzul-quran/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=107&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SMA NEGERI 3 UNGGULAN KAYUAGUNG memperingati Nuzul Qur&#8217;an di Sekolah dengan acara yang sangat meriah. Peringatan Nuzul Qur&#8217;an ini dilaksanakan setiap tahunnya. OSIS dan ROHIS bekerja sama dalam memperingati Nuzul Qur&#8217;an ini. Adapun penceramah yang diundang dar luar kota. Nasyid pun diundang, yaitu grup nasyid SENANDUNG HIKMAH bersama IM3 yang telah empat tahun ini bekerja sama dalam merayakan kegiatan nuzul qur&#8217;an di SMAN 3 Unggulan Kayuagung. Kami selaku siswa-siswi senang dengan acara ini. Karena selain menambah imtaq kita kepada Allah tapi kita juga dapat hiburan.</p>
<p>&#8220;Ucapan terimakasih kepada Rohis STMIK MDP yang telah mengundang kami untuk berpartisipasi dalam memperingati Nuzul Qur&#8217;an dengan acara KAMPOENG RAMADHAN IV 1431 H dengan tema &#8220;ISLAMIC FESTIVAL OF STMIK MDP&#8221;</p>
<p>Tertanda</p>
<p>GAUL BLOG (Riduan &amp; Frido)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riduanfrido.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riduanfrido.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riduanfrido.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riduanfrido.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riduanfrido.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riduanfrido.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riduanfrido.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riduanfrido.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riduanfrido.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riduanfrido.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riduanfrido.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riduanfrido.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riduanfrido.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riduanfrido.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=107&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/sman-gaul-mengadakan-nuzul-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f680d6c3df7fdf2c02def10d1184bd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riduanfrido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/104/</link>
		<comments>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/104/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 04:57:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riduanfrido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riduanfrido.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Nuzulul Qur’an dan Budaya Baca-Tulis Oleh: Abd. Basid* Tanggal 17 Ramadhan boleh melalui kita. Akan tetapi, faedah yang tersirat di dalamnya tidak boleh melalui kita juga. Kita harus bisa memetik faedah yang terkandung di dalamnya. Malam tersebut merupakan malam yang &#8230; <a href="http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/104/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=104&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Permanent Link to Nuzulul Qur’an dan Budaya Baca-Tulis" rel="bookmark" href="http://www.andaluarbiasa.com/nuzulul-qur%e2%80%99an-dan-budaya-baca-tulis">Nuzulul Qur’an dan Budaya Baca-Tulis</a></h2>
<p><strong>Oleh: Abd. Basid*</strong></p>
<p>Tanggal 17 Ramadhan boleh melalui kita. Akan tetapi, faedah yang tersirat di dalamnya tidak boleh melalui kita juga. Kita harus bisa memetik faedah yang terkandung di dalamnya. Malam tersebut merupakan malam yang mempunyai nilai lebih di bulan Ramadhan, selain malam <em>Lailatul Qadar</em><em>.</em> Karena, malam itu merupakan malam diturunkannya Alquran <em>(Nuzaulul Qur’an)</em> dari <em>Lauhul Mahfudz</em> ke <em>Samaid Dunya</em>. Pada malam tersebut biasanya umat muslim memperingatinya dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan <em>khataman</em> bersama.</p>
<p>Meskipun para ulama berbeda pendapat tentang penetapan malam Nuzulul Qur’an, tapi penulis tidak akan memperbincangkan perbedaan tersebut. Yang jelas Alquran itu diturunkan pada bulan Ramadhan dan malam itu merupakan malam kemuliaan (2:185 dan 97:1), yang akan penulis komparasikan dengan budaya baca-tulis, guna menvitalisasi budaya baca-tulis kita yang tidak kunjung membudaya.</p>
<p>Sejarah menyebutkan bahwa wahyu pertama yang diturunkan adalah surat Al-‘Alaq ayat 1-5. Tepatnya di Gua Hira. Dalam riwayat pewahyuannya, Nabi dikisahkan dipaksa oleh malaikat Jibril untuk membaca (<em>iqra’</em><em> = </em> bacalah), akan tetapi Nabi menjawabnya dengan jawaban <em>“</em><em>Ma ana bi qari’”</em> (saya tidak bisa membacanya).<span id="more-104"></span></p>
<p>Ada analisis menaik dari Thariq Ramadhan tentang peristiwa tersebut. Dia mengatakan bahwa, karena ke-<em>ummian</em> Nabi waktu itu, Nabi mengungkapkan ketidakmampuannya secara logis. Dan, bila kemudian Nabi mampu membacanya, hal itu tidak lain karena spritualitas yang terkandung di dalamnya telah membuka akses terhadap dimensi lain dari ilmu pengetahuan.</p>
<p>Dari sekelumit pembahasan di atas, setidaknya ada beberapa hal menarik yang dapat kita petik. <em>Pertama</em>, Nabi yang merupakan seorang <em>ummi</em> (tidak bisa membaca) dipaksa untuk membaca wahyu pertama itu. Hal ini menunjukkan betapa Islam menekankan pentingnya kegiatan membaca sampai dipilih seorang yang <em>ummi</em>.</p>
<p><em>Kedua</em>, keharusan untuk menyertakan spritualitas dan keimanan dalam aktivitas pembacaan itu. Meskipun demikian, bukan berarti nalar/akal tidak perlu dalam prsoses menafsirkan bacaan tersebut. Nalar tetap merupakan komponen utama, akan tetapi juga tetap tidak boleh mengesampingkan keimanan dan spritualitas dalam proses penafsirannya.</p>
<p><em>Ketiga</em>, ayat pertama dari surat Al-‘Alaq berupa lafad <em>iqra’</em> yang tidak ada objeknya (dibuang) mengimplikasikan bahwa objek yang dibaca adalah umum—di samping tentu Alquran yang merupakan kitab yang suci. Oleh karena itu, umat muslim—khususnya—tidak perlu membatasi materi bacaan selama pembacaannya selalu menyertakan <em>ismi rabbik</em>. Pembacaan tanpa menggunakan <em>ismi rabbik</em>—sebut saja seperti filsafat sekular—dapat melahirkan hasil pembacaan yang berbeda dengan yang menggunakan <em>ismi rabbik</em>. Untuk sekadar contoh, bagi seorang rasionalis, keraguan adalah metode epistemolgis yang valid untuk menemukan kebenaran, tetapi hal ini ditentang oleh Alquran (10:36).</p>
<p><em>Keempat</em>, perintah membaca pada ayat pertama surat Al-‘Alaq dilanjutkan dengan isyarat terhadap pentingnya tulisan (ayat keempat dan kelima). Tentang kaitannya ayat 3-4 dan ayat sebelumnya, Al-Biqa’i menyatakan bahwa Allah mengajarkan pada Nabi, sekalipun beliau <em>ummi</em> sebagaimana Allah mengajarkan pada orang-orang bodoh dengan pena. Di sinilah letak penekanan Alquran akan pentingnya penulisan terhadap transmisi ilmu yang dalam Islam mendapat tempat yang tinggi (58:11).</p>
<p>Karenanya, membaca dan menulis merupakan dua komponen yang tidak dapat dipisahkan untuk menopang fungsi akal dan keduanya merupakan anjuran agama. Kita sulit menemukan—jika tidak mau dikatakan tidak ada—tokoh-tokoh besar terdahulu yang di satu sisi memiliki kemampuan membaca tinggi dan di sisi yang lain meninggalkan budaya tulis. Contoh kecilnya seperti Syaikh Nawawi al-Banteni, dengan tradisi bacanya yang kuat, dalam konteks yang lain karya beliau masih menjadi konsumsi resmi pesantren-pesantren Indonesia.</p>
<p>Kalau dikaitkan dengan negara kita, Indonesia masih terkenal dengan budaya dengar-lihatnya. Di Indonesia membaca masih menjadi kebiasaan kalangan kecil saja. Membaca yang merupakan jantung ilmu pengetahuan tidak banyak diakrabi masyarakat kita. Kata pepatah “Buku adalah jendela dunia” tampaknya tidak begitu berefek di negara kita.</p>
<p>Menurut hasil riset World Bank dan International Association for the Evaluation of Education Achievement (IEA) beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa peringkat kebiasaan membaca anak-anak Indonesia paling lemah jika dibandingkan dengan negara Asia yang lain. Indonesia hanya mendapatkan skor 51,7. Angka itu masih kalah jauh dari Filipina (52,6), Thailand (65,1), Singapura (75,0), dan Tiongkok (75,5). Selain itu, kemampuan membaca rata-rata para siswa SD dan SMP di Indonesia menduduki urutan ke-38 dan ke-34 dari 39 negara.</p>
<p>Merujuk pada fenomena Nuzulul Qur’an dan hasil survei di atas, setidaknya kita umat muslim—khususnya—bisa menjadikannya sebagai sebuah pijakan untuk membudayakan budaya baca-tulis. Bukankah kita percaya bahwa Alquran merupakan kitab suci pegangan kita? Dan, Alquran sangat menekankan akan pentingnya membaca-tulis, seperti yang telah disinggung di atas.</p>
<p>Akhir kata, seiring dengan peringatan Nuzulul Qur’an Ramadhan kali ini—yang baru saja berlalu—semoga kita bisa menjadikannya sebuah pijakan dalam mentrasformasikan budaya baca-tulis kita. Semoga.[ab]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riduanfrido.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riduanfrido.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riduanfrido.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riduanfrido.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riduanfrido.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riduanfrido.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riduanfrido.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riduanfrido.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riduanfrido.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riduanfrido.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riduanfrido.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riduanfrido.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riduanfrido.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riduanfrido.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=104&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/104/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f680d6c3df7fdf2c02def10d1184bd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riduanfrido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mukjizat al-Quran membuat seorang ilmuwan Amerika masuk Islam</title>
		<link>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/mukjizat-al-quran-membuat-seorang-ilmuwan-amerika-masuk-islam/</link>
		<comments>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/mukjizat-al-quran-membuat-seorang-ilmuwan-amerika-masuk-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 04:49:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riduanfrido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riduanfrido.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Ketika lafad Allah terdengar, getaran di atas suara berubah menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditangkap oleh monitor. Mukjizat ini membuat seorang ilmuwan terkenal Amerika memilih masuk Islam. Dilaporkan bahwa sebuah tim ilmuwan dari Amerika menemukan bahwa sebagian dari tumbuh-tumbuhan &#8230; <a href="http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/mukjizat-al-quran-membuat-seorang-ilmuwan-amerika-masuk-islam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=89&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika lafad Allah terdengar, getaran di atas suara berubah menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditangkap oleh monitor. Mukjizat ini membuat seorang ilmuwan terkenal Amerika memilih masuk Islam.</p>
<p>Dilaporkan bahwa sebuah tim ilmuwan dari Amerika menemukan bahwa sebagian dari tumbuh-tumbuhan khatulistiwa mengeluarkan frekuensi di atas suara. Dan itu hanya dapat ditangkap oleh perangkat canggih.</p>
<p>Para ilmuwan ini selama tiga tahun melakukan penelitian dan melihat fenomena seperti ini membuat mereka sangat terheran-heran. Mereka menemukan bahwa getaran di atas suara ini dapat diubah menjadi gelombang elektrik optik dan lebih dari seratus kali persekon berulang-ulang.</p>
<p>Tim ini kemudian membuktikan penemuan mereka di hadapan sebuah tim peneliti Inggris. Kebetulan dalam tim itu ada seorang yang beragama Islam. Ia keturunan India.</p>
<p>Setelah melakukan uji coba selama lima hari, ilmuwan Inggris juga menjadi <span id="more-89"></span>terkagum-kagum dengan apa yang mereka lihat. Namun, ilmuwan muslim ini mengatakan bahwa hal ini sudah diyakini oleh kaum muslimin sejak 1400 tahun yang lalu. Mereka yang mendengar ucapan itu memintanya untuk lebih jauh menjelaskan masalah yang disebutnya. Ia kemudian membaca ayat yang berbunyi: “Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji- Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun” (Isra’: 44).</p>
<p>Prof. William Brown, pimpinan tim peneliti itu akhirnya mengajak ilmuwan Islam itu untuk berbicara lebih banyak tentang Islam. Setelah dijelaskan tentang Islam dan diberi hadiah sebuah al-Quran yang dilengkapi dengan tafsirnya dalam bahasa Inggris, ia kemudian mengucapkan syahadat.</p>
<p>sumber: http://www.facebook.com/notes.php?id=282894874232</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riduanfrido.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riduanfrido.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riduanfrido.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riduanfrido.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riduanfrido.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riduanfrido.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riduanfrido.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riduanfrido.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riduanfrido.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riduanfrido.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riduanfrido.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riduanfrido.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riduanfrido.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riduanfrido.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=89&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/mukjizat-al-quran-membuat-seorang-ilmuwan-amerika-masuk-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f680d6c3df7fdf2c02def10d1184bd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riduanfrido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Rasulullah Memperingati Nuzulul Quran</title>
		<link>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/cara-rasulullah-memperingati-nuzulul-quran/</link>
		<comments>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/cara-rasulullah-memperingati-nuzulul-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 04:38:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riduanfrido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riduanfrido.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Laporan: Tribunnews.com Khidmat mengaji1 Ilustrasi TRIBUN-TIMUR.COM &#8211; Ramadhan dan Nuzul Qur&#8217;an adalah keterkaitan yang tak terpisahkan. Sejarah diturunkannya Al Qur&#8217;an secara utuh dari Lauhul Mahfud di langit ketujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia dengan jelas ditunjukkan Allah SWT dalam &#8230; <a href="http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/cara-rasulullah-memperingati-nuzulul-quran/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=75&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Laporan: Tribunnews.com</div>
<div>
<div>
<div id="loadarea"><img src="http://www.tribun-timur.com/photo/2010/07/d9fb63443327fb749c3ab127c01ddb65.jpg" border="0" alt="" width="300" height="225" /></div>
<div>Khidmat mengaji1</div>
<p>Ilustrasi</p>
</div>
</div>
<div></div>
<p>TRIBUN-TIMUR.COM &#8211; Ramadhan dan Nuzul Qur&#8217;an adalah keterkaitan yang tak terpisahkan. Sejarah diturunkannya Al Qur&#8217;an secara utuh dari Lauhul Mahfud di langit ketujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia dengan jelas ditunjukkan Allah SWT dalam firmannya.<br />
&#8220;Bulan Ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).&#8221; (Qs. Al Baqarah: 185)</p>
<p>Nah, apakah yang sebaiknya bisa kita lakukan untuk bisa mereguk hari bersejarah nan suci ini? Peringatan terhadap turunnya Al Qur&#8217;an diwujudkan oleh masyarakat dalam berbagai acara, ada yang dengan mengadakan pengajian umum.</p>
<p>Dari mereka ada yang merayakannya dengan pertunjukan pentas seni, semisal qasidah, anasyid dan lainnya. Dan tidak jarang pula yang memperingatinya dengan mengadakan pesta makan-makan.</p>
<p>Pernahkan anda bertanya: bagaimanakah cara Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, sahabatnya dan juga ulama&#8217; terdahulu setelah mereka memperingati kejadian ini?<span id="more-75"></span></p>
<p>Anda merasa ingin tahu apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam?Simaklah penuturan sahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu `anhu tentang apa yang beliau lakukan.</p>
<p>&#8220;Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al Qur&#8217;an bersamanya.&#8221; (Riwayat Al Bukhari)</p>
<p>Demikianlah, Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bermudarasah, membaca Al Qur&#8217;an bersama Malaikat Jibril alaihissalam di luar shalat. Dan ternyata itu belum cukup bagi Nabi shallallahu `alaihi wa sallam, beliau masih merasa perlu untuk membaca Al Qur&#8217;an dalam shalatnya. Anda ingin tahu, seberapa banyak dan seberapa lama beliau membaca Al Qur&#8217;an dalam shalatnya?</p>
<p>Simaklah penguturan sahabat Huzaifah radhiallahu `anhu tentang pengalaman beliau shalat tarawih bersama Rasulillah shallallahu `alaihi wa sallam.</p>
<p>&#8220;Pada suatu malam di bulan Ramadhan, aku shalat bersama Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam di dalam bilik yang terbuat dari pelepah kurma. Beliau memulai shalatnya dengan membaca takbir, selanjutnya beliau membaca doa:</p>
<p>Selanjutnya beliau mulai membaca surat Al Baqarah, sayapun mengira bahwa beliau akan berhenti pada ayat ke-100, ternyata beliau terus membaca. Sayapun kembali mengira: beliau akan berhenti pada ayat ke-200, ternyata beliau terus membaca hingga akhir Al Baqarah, dan terus menyambungnya dengan surat Ali Imran hingga akhir.</p>
<p>Kemudian beliau menyambungnya lagi dengan surat An Nisa&#8217; hingga akhir surat. Setiap kali beliau melewati ayat yang mengandung hal-hal yang menakutkan, beliau berhenti sejenak untuk berdoa memohon perlindungan. .. Sejak usai dari shalat Isya&#8217; pada awal malam hingga akhir malam, di saat Bilal memberi tahu beliau bahwa waktu shalat subuh telah tiba beliau hanya shalat empat rakaat.&#8221; (Riwayat Ahmad, dan Al Hakim)</p>
<p>Demikianlah cara Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam memperingati turunnya Al Qur&#8217;an pada bulan ramadhan, membaca penuh dengan penghayatan akan maknanya. Tidak hanya berhenti pada mudarasah, beliau juga banyak membaca Al Qur&#8217;an pada shalat beliau, sampai-sampai pada satu raka&#8217;at saja, beliau membaca surat Al Baqarah, Ali Imran dan An Nisa&#8217;, atau sebanyak 5 juz lebih.</p>
<p>Inilah yang dilakukan Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam pada bulan Ramadhan, dan demikianlah cara beliau memperingati turunnya Al Qur&#8217;an. Tidak ada pesta makan-makan, apalagi pentas seni, nyanyi-nyanyi, sandiwara atau tari menari.</p>
<p>Bandingkan apa yang beliau lakukan dengan yang anda lakukan. Sudahkah anda mengetahui betapa besar perbedaannya?</p>
<p>Anda juga ingin tahu apa yang dilakukan oleh para ulama&#8217; terdahulu pada bulan Ramadhan?<br />
Imam As Syafi&#8217;i pada setiap bulan ramadhan menghatamkan bacaan Al Qur&#8217;an sebanyak enam puluh (60) kali.</p>
<p>Al Aswab An Nakha&#8217;i setiap dua malam menghatamkan Al Qur&#8217;an.Qatadah As Sadusi, memiliki kebiasaan setiap tujuh hari menghatamkan Al Qur&#8217;an sekali. Akan tetapi bila bulan Ramadhan telah tiba, beliau menghatamkannya setiap tiga malam sekali. Dan bila telah masuk sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau senantiasa menghatamkannya setiap malam sekali.</p>
<p>Demikianlah teladan ulama&#8217; terdahulu dalam memperingati sejarah turunnya Al Qur&#8217;an. Tidak ada pesta ria, makan-makan, apa lagi na&#8217;uzubillah pentas seni, tari-menari, nyanyi-menyanyi.</p>
<p>Orang-orang seperti merekalah yang dimaksudkan oleh firman Allah Ta&#8217;ala:<br />
&#8220;Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al-Qur&#8217;an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.&#8221; (Qs. Az Zumar: 23)</p>
<p>Dan oleh firman Allah Ta&#8217;ala:<br />
&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka Ayat-ayat-Nya, bertambahalah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabblah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rejeki yang Kami berikan kepada mereka, Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabbnya dan ampunan serta rejeki (nikmat) yang mulia.&#8221; (Qs. Al Anfaal: 2-4)</p>
<p>Kapankah kita dapat membuktikan kecintaan dan keimanan kepada Al Qur&#8217;an dalam bentuk tadarus, mengkaji kandungan, dan mengamalkan nilai-nilainya? (muslim.or.id)</p>
<p>(Sumber: http://www.tribun-timur.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riduanfrido.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riduanfrido.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riduanfrido.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riduanfrido.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riduanfrido.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riduanfrido.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riduanfrido.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riduanfrido.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riduanfrido.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riduanfrido.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riduanfrido.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riduanfrido.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riduanfrido.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riduanfrido.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=75&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/cara-rasulullah-memperingati-nuzulul-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f680d6c3df7fdf2c02def10d1184bd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riduanfrido</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tribun-timur.com/photo/2010/07/d9fb63443327fb749c3ab127c01ddb65.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>NUZUL QUR&#8217;AN</title>
		<link>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/nuzul-quran/</link>
		<comments>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/nuzul-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 04:36:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riduanfrido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riduanfrido.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah al-Quran: Antara peristiwa agung dalam sejarah umat Islam ialah turunnya kitab suci al-Quran atau disebut Nuzul al-Quran. Ia dirakamkan dalam al-Quran, melalui firman Allah yang bermaksud: “Ramadan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekelian manusia, dan menjadi keterangan &#8230; <a href="http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/nuzul-quran/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=86&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sejarah al-Quran:</strong> Antara peristiwa agung dalam sejarah umat Islam ialah turunnya kitab suci al-Quran atau disebut Nuzul al-Quran. Ia dirakamkan dalam al-Quran, melalui firman Allah yang bermaksud:</p>
<p><em>“Ramadan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekelian manusia, dan menjadi keterangan yang menjelaskan petunjuk dan menjelaskan perbezaan antara yang benar dan yang salah.” (Surah al-Baqarah, ayat 185)</em><em> </em><em></em></p>
<p><strong>Sejarah al-Quran:</strong> Antara peristiwa agung dalam sejarah umat Islam ialah turunnya kitab suci al-Quran atau disebut Nuzul al-Quran. Ia dirakamkan dalam al-Quran, melalui firman Allah yang bermaksud:</p>
<p><em>“Ramadan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekelian manusia, dan menjadi keterangan yang menjelaskan petunjuk dan menjelaskan perbezaan antara yang benar dan yang salah.” (Surah al-Baqarah, ayat 185)<span id="more-86"></span></em><em></em></p>
<p>Peristiwa Nuzul al-Quran berlaku pada malam Jumaat, 17 Ramadan, di Gua Hira’ tahun ke-41 daripada keputeraan Nabi Muhammad saw. Al-Quran merupakan mukjizat yang paling besar yang dikurniakan kepada Nabi saw. Kita hendaklah beriman dan mempercayai isi kandungan al-Quran. Beriman dengan al-Quran merupakan salah satu dalam Rukun Iman.</p>
<p><strong>Erti Nuzul al-Quran:</strong> ‘Nuzul’ bererti turun atau berpindah, iaitu berpindah dari tempat sebelah atas ke tempat di sebelah bawah. ‘Al-Quran’ pula bermaksud bacaan atau himpunan. Ia dikatakan sebagai bacaan kerana al-Quran itu untuk dibaca oleh manusia. Ia juga dikatakan himpunan kerana dalam al-Quran itu terhimpun ayat-ayat yang menjelaskan pelbagai perkara yang meliputi soal tauhid, ibadat, jinayat, muamalat, munakahat dan sebagainya.</p>
<p><strong>Nama-Nama Lain:</strong> Selain disebut al-Quran, ia juga disebut al-Kitab, al-Furqan, An-Nur, al-Zikr dan lain-lain.</p>
<p>Proses Penurunan al-Quran: Al-Quran diturunkan beransur-ansur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari (23 tahun).13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah.</p>
<p><strong>Kehebatan al-Quran:</strong></p>
<ol>
<li>Allah berfirman yang bermaksud: “Katakanlah wahai Muhammad,      sesungguhnya jika sekalian manusia dan jin berhimpun dengan tujuan hendak      membuat dan mendatangkan sebanding dengan al-Quran ini, mereka tidak akan      dapat membuat dan mendatangkan sebanding dengannya walaupun mereka      bantu-membantu sesama sendiri.” (Surah al-Israa’, ayat 88)</li>
<li>Orang yang membaca, menghafaz dan melihat sambil      memikirkan keajaiban yang ada pada susunannya diberikan pahala.</li>
<li>Al-Quran sumber hidayah bagi kebahagiaan hidup manusia      di dunia dan di akhirat.</li>
<li>Tidak      sesiapa pun sama ada di kalangan manusia atau jin yang mampu mencipta ayat      yang menyerupai al-Quran. Firman Allah yang bermaksud: “ dan jika kamu      merasa ragu-ragu dengan apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami, bawalah      satu surah yang seumpamanya, ajaklah saksi-saksi (penolong-penolong) kamu,      selain Allah, sekiranya kamu (di kalangan) orang yang benar.” (al-Baqarah, ayat 23).</li>
<li>Al-Quran      merupakan mukjizat tertinggi dan teristimewa yang hanya dikurniakan kepada      Nabi saw.</li>
<li>Manusia      belum mampu menyelami dan menerokai rahsia al-Quran secara menyeluruh      sehingga hari ini. Ini bererti sifat kehebatan, kesaktian, keagungan dan      keunggulan al-Quran secara tersendiri dengan pengertiannya yang amat luas      dan mendalam kekal terpelihara hingga kiamat.</li>
<li>Al-Quran      sebagai petunjuk jalan kebenaran. Membawa manusia daripada kegelapan      kepada cahaya yang terang. Allah berfirman yang bermaksud: “Inilah Kitab      yang tiada keraguan padanya, menjadi petunjuk kepada orang yang bertakwa.”      (al-Baqarah, ayat 2)</li>
<li>Membaca      al-Quran mendapat ganjaran pahala dan syafaat daripada Allah. Rasulullah      saw bersabda dengan maksud: ‘Bacalah al-Quran, sesungguhnya ia akan datang      pada hari kiamat sebagai syafaat kepada pembacanya.”</li>
</ol>
<p><strong>Tuntutan al-Quran: </strong>Sesungguhnya al-Quran mempunyai tiga hak yang wajib ke atas umat Islam untuk menunaikannya.</p>
<ul>
<li>Hak untuk membaca dan bertilawah kepadanya.</li>
<li>Hak untuk      bertakbir atau memahami makna dan menjiwai kehidupan.</li>
<li>Hak untuk      beramal dengan seluruh isi kandungannya.</li>
</ul>
<p>(sumber: <a href="http://awalin-1.blogspot.com/">http://awalin-1.blogspot.com</a> )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riduanfrido.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riduanfrido.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riduanfrido.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riduanfrido.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riduanfrido.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riduanfrido.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riduanfrido.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riduanfrido.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riduanfrido.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riduanfrido.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riduanfrido.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riduanfrido.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riduanfrido.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riduanfrido.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=86&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/nuzul-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f680d6c3df7fdf2c02def10d1184bd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riduanfrido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nuzulul Qur&#8217;an dan Lailatul Qodar</title>
		<link>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/nuzulul-quran-dan-lailatul-qodar/</link>
		<comments>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/nuzulul-quran-dan-lailatul-qodar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 04:27:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riduanfrido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riduanfrido.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh Dewan Asatidz Menurut yang saya pahami sesuai dengan surat al-Qodar bahwa Al-Qur&#8217;an diturunkan pada malam lailatul Qodar yang nota bene adanya pada 10 hari terakhir dari bulan Romadlon antara tanggal 20-29/30 romadlon. Padahal dalam sejarah islam yang kita &#8230; <a href="http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/nuzulul-quran-dan-lailatul-qodar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=71&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table style="height:1px;" border="0" cellpadding="0" width="640">
<tbody>
<tr>
<td width="100%"><a href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/article/1-tanya-jawab/8-nuzulul-quran-dan-lailatul-qodar"><br />
</a></td>
<td width="100%"><a title="&quot;Cetak&quot; " href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/1-tanya-jawab/8-nuzulul-quran-dan-lailatul-qodar?tmpl=component&amp;print=1&amp;page="></a></td>
<td width="100%"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Ditulis oleh Dewan Asatidz</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Menurut yang saya pahami sesuai   dengan surat al-Qodar bahwa Al-Qur&#8217;an diturunkan pada malam lailatul Qodar   yang nota bene adanya pada 10 hari terakhir dari bulan Romadlon antara   tanggal 20-29/30 romadlon. Padahal dalam sejarah islam yang kita ikuti sampai   saat ini peringatan nuzulul qur&#8217;an pada 17 romadlon.</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi   wabarakatuh</p>
<p>Menurut yang saya pahami sesuai   dengan surat al-Aodar bahwa Al-Qur&#8217;an diturunkan pada malam lailatul Q odar   yang nota bene adanya pada 10 hari terakhir dari bulan Romadlon antara   tanggal 20-29/30 romadlon. Padahal dalam sejarah islam yang kita ikuti sampai   saat ini peringatan nuzulul qur&#8217;an pada 17 romadlon. Sebenarnya menurut Antum   kapan Al-Qur&#8217;an diturunkan? Dan apa <span id="more-71"></span>pengertian diturunkan? Padahal Al-Qur&#8217;an   diturunkan tidak secara langsung satu bundel. Syukron.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum warahmatullahi   wabarakatuh</p>
<p>Farda Rain</p>
<p>Jawab :</p>
<p>Surat Al-Qadr. Makkiyah/Turun di   Mekkah Tujuan surat ini diturunkan adalah untuk:</p>
<p>[1] mempertegas bahwa Al-Qur&#8217;an   benar-benar turun dari Allah SWT,</p>
<p>[2] menolak orang-orang yang   ingkar atas turunnya surat dari Allah SWT,</p>
<p>[3] mengangkat soal waktu   diturunkannya Al-Qur&#8217;an dan turunnya para malaikat pada malam diturunkannya   Al-Qur&#8217;an, [4] informasi bahwa malam diturunkannya Al-Qur&#8217;an adalah lebih   [dan paling] utama dibanding malam-malam atau hari-hari lainnya.</p>
<p>(1) Sesungguhnya Kami telah   menurunkannya (Al Qur&#8217;an) pada &#8220;malam kemuliaan&#8221;. Ini adalah   informasi paling utama tentang malam turunnya Al-Qur&#8217;an. &#8220;Malam   Kemuliaan&#8221; adalah dalam terjemah Indonesia, sedang dalam teks Arabnya   adalah Lailatul Qadr, yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran,   keagungan dan penuh barokah karena pada malam itu permulaan turunnya Al   Qur&#8217;an. Ada perbedaan pandangan dari para mufassir dalam melihat dan   mentakwilkan ayat ini. Dlamir atau kata ganti HU pada kalimat INNأ‚ ANZAL-Nأ‚-HU. Terjemahnya :   &#8220;Sesungguhnya Kami telah menurunkan-NYA&#8221;.</p>
<p>Apa yang dimaksud dengan   menurunkan disitu? Benarkah kata ganti NYA atau HU disitu kembali Al-Qur&#8217;an,   atau maknanya sekedar &#8220;malam ayat Al-Qur&#8217;an kali pertama   diturunkan&#8221;? Para jumhur Sunni melihat bahwasanya kata ganti NYA disitu   kembali kepada Al-Qur&#8217;an. Jadi, maksudnya, pada malam itu, seluruh komponen   Al-Qur&#8217;an dan planning-planing Tuhan ditetapkan, diletakkan di Lauh Mahfأ»dz [kitab yang terjaga], lalu   diturunkan di sebuah tempat yang oleh para ulama disebut Bait al-&#8217;Izzah,   Rumah Kemulyaan. Saya katakan &#8216;oleh para ulama&#8217; di atas, karena saya tidak   atau belum mendapatkan data tekstual dari terminology Bait Al-&#8217;Izzah. Dari   penelusuran saya, istilah ini mentok di sahabat Abdullah bin Abbas RA.</p>
<p>Dugaan saya, beliau mendapatkan   rekaan ini dari ulama Yahudi. Tapi, ini sekedar dugaan saja, karena memang   beliau paling banyak bergaul dengan ulama Yahudi dan Nasrani. Konsekuensi   dari pendapat ini adalah pengertian bahwa Al-Qur&#8217;an diturunkan dalam bentuk   ayat-ayat dan surat-surat yang sampai pada kita itu, lalu -dalam rekaan para   ulama-ulamanya-didistribusikan kepada Nabi SAW secara berangsur-angsur.   Kejadian-kejadian pada masa Nabi SAW, lanjut dari konsekuensi ini, sudah   dipotret oleh Allah SWT.</p>
<p>Secara pribadi saya kurang   sependapat dengan teori penurunan Al-Qur&#8217;an seperti hal di atas. Dan saya   lebih setuju dengan pendapat ulama minoritas bahwa maksud Dlamir HU atau kata   ganti NYA pada ayat pertama tersebut adalah &#8220;Sesungguhnya Kami telah   menurunkannya (Al Qur&#8217;an) PERTAMA KALI pada &#8220;malam kemuliaan&#8221;. Pada   malam itu, malam di mana Nabi SAW berkontemplasi di gua Hira, seperti   diriwayatkan Sayyidah &#8216;Aisyah RA, Nabi SAW mendapatkan wahyu pertama kali.   Suatu malam di bulan Ramadhan. &#8220;(Beberapa hari yang ditentukan itu   ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al   Qur&#8217;an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai   petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).</p>
<p>Karena itu, barangsiapa di antara   kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa   pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia   berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang   ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain&#8221;. [QS. Al-Baqarah, 185].   Demikian, semoga membantu. Wassalamualaikum war. wab.</p>
<p>Luthfi Thomafi</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>(sumber: <a href="http://www.pesantrenvirtual.com/">http://www.pesantrenvirtual.com</a> )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riduanfrido.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riduanfrido.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riduanfrido.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riduanfrido.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riduanfrido.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riduanfrido.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riduanfrido.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riduanfrido.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riduanfrido.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riduanfrido.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riduanfrido.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riduanfrido.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riduanfrido.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riduanfrido.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=71&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/nuzulul-quran-dan-lailatul-qodar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f680d6c3df7fdf2c02def10d1184bd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riduanfrido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nuzulul Qur’an Sebagai Peringatan atau Pelajaran</title>
		<link>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/nuzulul-qur%e2%80%99an-sebagai-peringatan-atau-pelajaran/</link>
		<comments>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/nuzulul-qur%e2%80%99an-sebagai-peringatan-atau-pelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 04:24:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riduanfrido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riduanfrido.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Pada bulan Ramadhan banyak umat Islam yang menggelar acara peringatan Nuzulul Qur’an. Untuk itu perlu kiranya kali ini menyoroti masalah Nuzulul Qur’an, hukum memperingatinya dan fungsi utama diturunkannya Al-Qur’an. Syekh Shafiyur Rahman Al-Mubarakfuriy (penulis Sirah Nabawiyah) menyatakan bahwa para ahli &#8230; <a href="http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/nuzulul-qur%e2%80%99an-sebagai-peringatan-atau-pelajaran/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=73&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="View all posts in Dari Inboxku" href="http://tausyiah275.blogsome.com/category/dari-inboxku/"><br />
</a></p>
<p>Pada bulan Ramadhan banyak umat Islam yang menggelar acara peringatan Nuzulul Qur’an. Untuk itu perlu kiranya kali ini menyoroti masalah Nuzulul Qur’an, hukum memperingatinya dan fungsi utama diturunkannya Al-Qur’an.</p>
<p>Syekh Shafiyur Rahman Al-Mubarakfuriy (penulis Sirah Nabawiyah) menyatakan bahwa para ahli sejarah banyak berbeda pendapat tentang kapan waktu pertama kali diturunkannya Al-Qur’an, pada bulan apa dan tanggal berapa, paling tidak ada tiga pendapat :</p>
<p>Pertama: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an itu ada pada bulan Rabiul Awwal,</p>
<p>Kedua: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an itu pada bulan Rajab,</p>
<p>Ketiga: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an itu pada bulan Ramadhan.</p>
<p>Yang berpendapat pada bulan Rabiul Awwal pecah menjadi tiga, ada yang mengatakan awal Rabiul Awwal, ada yang mengatakan tanggal 8 Rabiul Awwal dan ada pula yang mengatakan tanggal 18 Rabiul Awwal (yang terakhir ini diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallaahu anhu).</p>
<p>Kemudian yang berpendapat pada bulan Rajab terpecah menjadi dua. Ada yang mengatakan tanggal 17 dan ada yang mengatakan tanggal 27 Rajab (hal ini diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu -lihat Mukhtashar Siratir Rasul, Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdy, hal.75 -).<span id="more-73"></span></p>
<p>Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani di dalam Fathul Bari berkata bahwa: Imam Al-Baihaqi telah mengisahkan bahwa masa wahyu mimpi adalah 6(enam) bulan.</p>
<p>Maka berdasarkan kisah ini permulaan kenabian dimulai dengan mimpi shalihah (yang benar) yang terjadi pada bulan kelahirannya yaitu bulan Rabiul Awwal ketika usia beliau genap 40 tahun. Kemudian permulaan wahyu yaqzhah (dalam keadaan terjaga) dimulai pada bulan Ramadhan.</p>
<p>Sesungguhnya kita menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an ada pada bulan Ramadhan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya,<em>“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an”</em> (Al-Baqarah:185 ). Dan Allah berfirman, artinya, <em>“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan”</em> (Al-Qadr :1).</p>
<p>Seperti yang telah kita maklumi bahwa Lailatul Qadr itu ada pada bulan Ramadhan yaitu malam yang dimaksudkan dalam firman Allah yang artinya: <em>“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan” </em>(Ad-Dukhaan:3 ).</p>
<p>Dan karena menyepinya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam di gua Hira’ adalah pada bulan Ramadhan, dan kejadian turunnya Jibril as adalah di dalam gua Hira’. Jadi Nuzulul Qur’an ada pada bulan Ramadhan, pada hari Senin, sebab semua ahli sejarah atau sebagian besar mereka sepakat bahwa diutusnya beliau menjadi Nabi adalah pada hari Senin. Hal ini sangat kuat karena Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ketika ditanya tentang puasa Senin beliau menjawab: <em>“Di dalamya aku dilahirkan dan di dalamnya diturunkan (wahyu) atasku”</em> (HR. Muslim).</p>
<p>Dalam sebuah lafadz dikatakan<em> “Itu adalah hari dimana aku dilahirkan dan hari dimana aku diutus atau diturunkan (wahyu) atasku”</em>(HR. Muslim, Ahmad, Baihaqi dan Al-Hakim).</p>
<p>Akan tetapi pendapat ketiga inipun pecah menjadi lima, ada yang mengatakan tanggal 7 (hari Senin), ada yang mengatakan tanggal 14 (hari Senin), ada yang mengatakan tanggal 17 (hari Kamis), ada yang mengatakan tanggal 21 (hari Senin) dan ada yang mengatakan tanggal24 (hari Kamis).</p>
<p>Pendapat ” 17Ramadhan” diriwayatkan dari sahabat Al-Bara’ bin Azib dan dipilih oleh Ibnu Ishaq, kemudian oleh Ustadz Muhammad Huzhari Bik.</p>
<p>Pendapat ” 21Ramadhan” dipilih oleh Syekh Al-Mubarakfuriy, karena Lailatul Qadr ada pada malam ganjil, sedangkan hari Senin pada tahun itu adalah tanggal7 ,14 , 21 dan28 .</p>
<p>Sedangkan pendapat ” 24Ramadhan” diriwayatkan dari Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo’ , dan dipilih oleh Ibnu Hajar Al-Haitamiy, ia mengatakan: “Ini sangat kuat dari segi riwayat”.</p>
<p>Karena itu memperingati peristiwa turunnya Al-Qur’an pertama kali tidaklah penting, sebab di samping hal itu tidak dicontohkan oleh Rasulullah, para sahabatnya dan para tabi’in, Al-Qur’an diturunkan tidaklah untuk diperingati tetapi untuk memperingatkan kita.</p>
<p>Peristiwa Nuzulul Qur’an bukanlah diharapkan agar dijadikan sebagai hari raya oleh umat ini, yang dirayakan setiap tahun, karena Islam bukanlah agama perayaan sebagaimana halnya agama-agama lain.”</p>
<p>Islam tidak memerlukan polesan, tidak perlu dibungkus dengan perayaan-perayaan yang membuat orang-orang tertarik kepadanya. <strong>Karena itu pesta hari raya tahunan di dalam Islam hanya ada dua yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.</strong></p>
<p>Jadi turunnya Al-Qur’an bukan untuk diperingati setiap tahunnya, melainkan untuk memperingatkan kita setiap saat.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan, artinya: <em>“Alif Lam Mim Shaad. Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir) dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman” </em>(Al-A’raaf:1-2).</p>
<p><strong>Bukan Cara Salafus Shalih</strong><br />
Memperingati peristiwa turunnya Al-Qur’an bukanlah cara orang-orang shaleh yang muttaqin. Akan tetapi jejak ulama-ulama salaf adalah membaca Al-Qur’an, membaca dan membaca lagi. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman, artinya: <em>“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi” </em>(Faathir:29 ).</p>
<p>Apalagi di bulan Ramadhan, bulan Al-Qur’an ini, Umar radhiallaahu anhu berkata: “Seandainya kita bersih, tentu akan merasa kenyang dari kalam Allah. Sesungguhnya aku amat tidak suka manakala datang sebuah hari sementara aku tidak membaca Al-Qur’an.”</p>
<p>Karena itu beliau tidak meninggal dunia sehingga mushafnya sobek karena seringnya dibaca. Dan ketika menjadi imam pada shalat shubuh beliau sering membaca surat Yusuf yang terdiri dari 111 ayat tertulis dalam 13 halaman, yang berarti satu sepertiga juz.</p>
<p>Hal ini tidak mengherankan karena khalifah kedua Umar bin Khatthab radhiallaahu anhu ketika memimpin shalat shubuh juga selalu membaca surat-surat yang bilangan ayatnya lebih dari 100 ayat seperti surat Al Kahfi (11 halaman), surat Maryam (7 halaman) dan surat Thaha (10 halaman).</p>
<p>Begitulah generasi Qur’ani sangat mencintai Al-Qur’an. Mereka tidak pernah merayakan peristiwa Nuzulul Qur’an tetapi shalatnya membaca ratusan ayat, sementara kita sebaliknya.</p>
<p>Shalat tarawih di jaman salaf rata-rata membutuh-kan waktu 5 jam, dan kadang-kadang semalam suntuk, yang berarti setiap satu rakaat tarawih (dari sebelas rakaat) membutuhkan waktu 40 menit. Bahkan para sahabat banyak yang shalat sambil bersandar dengan tongkat karena terlalu lamanya berdiri.</p>
<p><strong>Mengkhususkan Membaca Al-Qur’an</strong><br />
Para tabi’in dan tabi’ittabi’in, karena begitu memahami arti dari Ramadhan, bulan Al-Qur’an, dan begitu kuatnya dalam mencintai Al-Qur’an, maka bila bulan Ramadhan tiba mereka mengkhususkan diri untuk membaca Al-Qur’an seperti yang dilakukan oleh Imam Az-Zuhri dan Sufyan Ats-Tsauri. Sehingga dalam satu bulan khatam Al-Qur’an berpuluh puluh kali. Imam Qatadah umpamanya, di luar Ramadhan khatam setiap tujuh hari, di dalam Ramadhan khatam setiap tiga hari, dan di sepuluh hari terakhir khatam setiap hari. Sementara Imam Syafi’i di luar Ramadhan setiap hari khatam sekali, dan di dalam Ramadhan setiap hari khatam dua kali. Itu semua di luar shalat.</p>
<p>Begitulah ulama Ahlus Sunah tidak pernah merayakan Nuzulul Qur’an, namun setiap hari khatam Al-Qur’an, ada yang sekali dan ada yang dua kali. Sementara kita sebulan Ramadhan jika khatam sekali saja maka sudah puas dan gembira. Itupun bisa dihitung dengan jari.</p>
<p>Bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah selama di dalam penjara, dari tanggal 7 Sya’ban 726 H sampai wafatnya 22 Dzulqa’dah 728 H, selama2 tahun 4 bulan beliau telah mengkhatamkan Al-Qur’an bersama saudaranya Syeikh Zainuddin Ibnu Taimiyah sebanyak 80 kali khatam, yang berarti rata-rata setiap 10 hari khatam satu kali. Semoga Allah merahmati kita bersama mereka dan semoga kita bisa meneladani Rasulullah n, dan para sahabatnya, dan para ulama salaf dalam mencintai Al-Qur’an dan di dalam tata cara ibadah lainnya. Amin.</p>
<p>Penulis: (Abu Hamzah As-Sanuwi,LC, M.Ag)</p>
<p>(sumber: <a href="http://tausyiah275.blogsome.com/">http://tausyiah275.blogsome.com</a>)</p>
<p>﻿</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riduanfrido.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riduanfrido.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riduanfrido.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riduanfrido.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riduanfrido.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riduanfrido.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riduanfrido.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riduanfrido.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riduanfrido.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riduanfrido.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riduanfrido.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riduanfrido.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riduanfrido.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riduanfrido.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=73&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/nuzulul-qur%e2%80%99an-sebagai-peringatan-atau-pelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f680d6c3df7fdf2c02def10d1184bd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riduanfrido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengais Hikmah Nuzulul Qur’an</title>
		<link>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/mengais-hikmah-nuzulul-qur%e2%80%99an/</link>
		<comments>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/mengais-hikmah-nuzulul-qur%e2%80%99an/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 04:23:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riduanfrido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riduanfrido.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Diantara mu’jizat Al-Quran Al-Quran merupakan f irman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman bagi manusia dalam menata kehidupan demi mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat. Konsep-konsep yang dibawa al-Quran selalu relevan dengan &#8230; <a href="http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/mengais-hikmah-nuzulul-qur%e2%80%99an/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=66&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://mimbarjumat.com/archives/140"><br />
</a></h3>
<h4>Diantara mu’jizat Al-Quran</h4>
<p><a title="Nuzulul Qur’an" href="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2008/09/nuzulul.jpg"></a><a href="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2008/09/nuzulul.jpg"></a><a title="Nuzulul Qur’an" href="http://mimbarjumat.com/wp-content/uploads/2008/09/nuzulul.jpg"></a><a title="Al-Qur'an online" href="http://mimbarjumat.com/al-quran-online" target="_blank">Al-Quran</a> merupakan f irman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman bagi manusia dalam menata kehidupan demi mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat.</p>
<p>Konsep-konsep yang dibawa al-Quran selalu relevan dengan problema yang dihadapi <a title="manusia pelaku peradaban" href="http://mimbarjumat.com/archives/442" target="_blank">manusia</a>, karena itu ia turun untuk mengajak manusia berdialog dengan penafsiran sekaligus memberikan solusi terhadap problema tersebut di manapun mereka berada.</p>
<p>Pada kenyataannya, Al-Quran benar-benar telah mengepung level kecil klasik kesusastraan jahiliyah untuk memperkenalkan pemikiran keagamaan dan konsep-konsep monoteistiknya ke dalam Bahasa Arab. Ia juga menciptakan design dahsyat dalam Bahasa Arab dengan mengubah instrument-instrument teknis pengungkapannya.<span id="more-66"></span></p>
<p>Pada satu sisi, ia menggantikan syair metrik dengan bentuk ritmenya sendiri yang tak tertirukan, dan pada sisi lain memperkenalkan konsep-konsep dan tema-tema baru yang mengarah kepada arus besar monoteisme.</p>
<p>Luas dan keberagaman tema Al-Quran merupakan hal yang sangat unik. la menembus sudut pandang paling kabur dalam pikiran manusia, menembus dengan kekuatan nyata jiwa orang beriman bahkan orang yang tanpa <a title="iman" href="http://mimbarjumat.com/archives/910" target="_blank">iman </a>sekalipun untuk merasakan sesuatu dalam gerak-gerik jiwanya.</p>
<p>Al-Quran juga mengalihkan perhatiannya kepada masa lalu yang jauh dalam sejarah perjalanan ummat manusia sekaligus mengarah ke masa depannya dengan tujuan mengajarkan tugas-tugas masa kini. Ia melukiskan gambaran dan tanda-tanda yang mengundang manusia untuk segera menarik pelajaran darinya.</p>
<p>Setelah pelajaran dapat ditarik kesimpulannya, ternyata jiwa manusia tanpa disadari terseret serta terpesona oleh kedalaman dan keluasan makna Al-Quran. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Quran sebagai mukjizat terbukti menjadi modal kehidupan dunia dan <a title="negeri akhirat" href="http://mimbarjumat.com/archives/195" target="_blank">akhirat</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riduanfrido.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riduanfrido.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riduanfrido.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riduanfrido.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riduanfrido.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riduanfrido.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riduanfrido.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riduanfrido.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riduanfrido.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riduanfrido.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riduanfrido.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riduanfrido.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riduanfrido.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riduanfrido.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=66&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/mengais-hikmah-nuzulul-qur%e2%80%99an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f680d6c3df7fdf2c02def10d1184bd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riduanfrido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar</title>
		<link>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/perbedaan-nuzulul-qur%e2%80%99an-dan-lailatul-qadar/</link>
		<comments>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/perbedaan-nuzulul-qur%e2%80%99an-dan-lailatul-qadar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 04:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riduanfrido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riduanfrido.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Nuzulul Qur’an adalah waktu turunya Al-Qur’an yang bertepatan dengan malam yang disebut Lailatul Qadar. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an pada Lailatul Qadar. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5. Namun begitu, Nuzulul Qu’an sering diperingati pada malam 17 Ramadhan, &#8230; <a href="http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/perbedaan-nuzulul-qur%e2%80%99an-dan-lailatul-qadar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=68&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nuzulul Qur’an adalah waktu turunya Al-Qur’an yang bertepatan dengan malam yang disebut Lailatul Qadar. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an pada Lailatul Qadar. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5.</p>
<p>Namun begitu, Nuzulul Qu’an sering diperingati pada malam 17 Ramadhan, sementara umum diketahui bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada sepertiga malam yang terakhir bulan Ramadhan. Mengapa bisa berbeda?</p>
<p>Allah SWT berfirman,</p>
<p><strong> </strong><strong><br />
</strong><strong>إِنَّا</strong><strong> </strong><strong>أَنزَلْنَاهُ</strong><strong> </strong><strong>فِي</strong><strong> </strong><strong>لَيْلَةِ</strong><strong> </strong><strong>الْقَدْرِ</strong><strong>. </strong><strong>وَمَا</strong><strong> </strong><strong>أَدْرَاكَ</strong><strong> </strong><strong>مَا</strong><strong> </strong><strong>لَيْلَةُ</strong><strong> </strong><strong>الْقَدْرِ</strong><strong>. </strong><strong>لَيْلَةُ</strong><strong> </strong><strong>الْقَدْرِ</strong><strong> </strong><strong>خَيْرٌ</strong><strong> </strong><strong>مِّنْ</strong><strong> </strong><strong>أَلْفِ</strong><strong> </strong><strong>شَهْرٍ</strong><strong>. </strong><strong>تَنَزَّلُ</strong><strong> </strong><strong>الْمَلَائِكَةُ</strong><strong> </strong><strong>وَالرُّوحُ</strong><strong> </strong><strong>فِيهَا</strong><strong> </strong><strong>بِإِذْنِ</strong><strong> </strong><strong>رَبِّهِم</strong><strong> </strong><strong>مِّن</strong><strong> </strong><strong>كُلِّ</strong><strong> </strong><strong>أَمْرٍ</strong><strong>. </strong><strong>سَلَامٌ</strong><strong> </strong><strong>هِيَ</strong><strong> </strong><strong>حَتَّى</strong><strong> </strong><strong>مَطْلَعِ</strong><strong> </strong><strong>الْفَجْرِ</strong></p>
<p><em>Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar</em>. (QS. Al-Qadr 1-5).<span id="more-68"></span></p>
<p>Para ulama berbeda pendapat tentang dlamir “hu” atau kata ganti yang merujuk kepada Al-Qur’an dalam ayat pertama. Apakah Al-Qur’an yang dimaksud dalam ayat itu adalah keseluruhannya, artinya Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sekaligus dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam Lailatul Qadar, ataukah sebagiannya, yaitu bahwa Allah SWT menurunkan pertama kali Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al-‘Alaq Ayat 1-5 pada malam Lailatul Qadar?</p>
<p>Dalam sebuah riwayat disebutkan, Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan pada Lailatul Qadar keseluruhnya; baru kemudian secara berangsur diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. (HR. Ath-Thabrani).</p>
<p>Sementara itu Nuzulul Qur’an sering diperingati pada tanggal 17 Ramadhan, dengan mengadakan pengajian atau tabligh akbar, dan bukan pada malam Lailatul Qadar. Hal ini didasarkan pada pendapat yang menyatakan bahwa pada tanggal tersebut Rasulullah SAW pada umur 41 tahun mendapatkan wahyu pertama kali. Yaitu  surat Al-‘alaq ayat 1-5 ketika beliau berkonteplasi (berkhalwat) di gua Hira, Jabal Nur, kurang lebih 6 km dari Mekkah.</p>
<p>Nuzulul Qur’an yang diperingati oleh umat Islam dimaksudkan itu adalah sebagai peringatan turunnya ayat Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW yakni ayat 1-5 Surat Al-Alaq.</p>
<p><strong>اقْرَأْ</strong><strong> </strong><strong>بِاسْمِ</strong><strong> </strong><strong>رَبِّكَ</strong><strong> </strong><strong>الَّذِي</strong><strong> </strong><strong>خَلَقَ</strong><strong>. </strong><strong>خَلَقَ</strong><strong> </strong><strong>الْإِنسَانَ</strong><strong> </strong><strong>مِنْ</strong><strong> </strong><strong>عَلَقٍ</strong><strong>. </strong><strong>اقْرَأْ</strong><strong> </strong><strong>وَرَبُّكَ</strong><strong> </strong><strong>الْأَكْرَمُ</strong><strong>. </strong><strong>الَّذِي</strong><strong> </strong><strong>عَلَّمَ</strong><strong> </strong><strong>بِالْقَلَمِ</strong><strong>. </strong><strong>عَلَّمَ</strong><strong> </strong><strong>الْإِنسَانَ</strong><strong> </strong><strong>مَا</strong><strong> </strong><strong>لَمْ</strong><strong> </strong><strong>يَعْلَمْ</strong></p>
<p><em>Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.</em></p>
<p>Adapun Lailatul Qadar merujuk kepada malam diturunkannya Al-Qur’an dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah atau langit dunia. Dikisahkan bahwa pada malam itu langit menjadi bersih, tidak nampak awan sedikitpun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas.</p>
<p><strong>KH A Nuril Huda</strong><strong><br />
</strong><em>Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dawah Nahdlatul Ulama (LDNU)</em><em><br />
</em><strong>KH Arwani Faisal</strong><br />
<em>Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU</em></p>
<p>(sumber: <a href="http://www.nu.or./">www.nu.or.</a>id )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riduanfrido.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riduanfrido.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riduanfrido.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riduanfrido.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riduanfrido.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riduanfrido.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riduanfrido.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riduanfrido.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riduanfrido.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riduanfrido.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riduanfrido.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riduanfrido.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riduanfrido.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riduanfrido.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=68&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/perbedaan-nuzulul-qur%e2%80%99an-dan-lailatul-qadar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f680d6c3df7fdf2c02def10d1184bd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riduanfrido</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masihkah Al-Quran bersama kita?</title>
		<link>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/masihkah-al-quran-bersama-kita/</link>
		<comments>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/masihkah-al-quran-bersama-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 04:21:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riduanfrido</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riduanfrido.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Masih adakah Al-Quran selalu bersama kita merupakan pernyataan tegas terhadap sikap, prilaku dan kondisi internal keberagamaan ummat Islam di tengah arus modernisasi sebagai suatu proses perkembangan dalam peradaban manusia. Apalagi sekarang ini, ummat islam Indonesia sedang menanti datangnya pemimpin baru &#8230; <a href="http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/masihkah-al-quran-bersama-kita/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=65&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4></h4>
<p>Masih adakah Al-Quran selalu bersama kita merupakan pernyataan tegas terhadap sikap, prilaku dan kondisi internal keberagamaan ummat Islam di tengah arus modernisasi sebagai suatu proses perkembangan dalam peradaban manusia.</p>
<p>Apalagi sekarang ini, ummat islam Indonesia sedang menanti datangnya pemimpin baru yang dengan tulus ikhlas membawa perubahan struktural kondisi kebangsaan dan menjadi tiang penyanggah yang kuat dari rapuhnya keyakinan (tauhid) dan robohnya nilai-nilai sosial kemanusiaan bahkan mampu membuka bendungan ekonomi yang mensejahterakan setelah sekian lama tersendat oleh kepentingan ideologis maupun golongan tertentu.<span id="more-65"></span></p>
<p>Melalui momentum Nuzulul Quran ini, pernyataan “Masihkah Al-Quran bersama kita” menjadi sebuah gugatan terhadap prilaku dan keyakinan yang belum selalu berdampingan dengan Al-Quran bahkan menyatu dengannya.</p>
<p>Al-Quran sebagai risalah terakhir yang sempurna dan universal bagi seluruh ummat manusia dengan konsep <em>tanzil</em>-turun, membawa atau menurunkan banyak pesan yang harus direpresentasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya media seruan yang dimunculkan dalam ayat al-Quran, baik yang diseru “Wahai manusia”, “Bani Adam”, “Orang-orang beriman dan kaf ir” ataupun Ahli Kitab.</p>
<p>Melalui risalah Muhammad, Allah SWT menurunkan al-Quran saat manusia sedang mengalami kekosongan para rasul, kemunduran akhlak dan kehancuran problem kemanusiaan, <a title="masjid dan pengurusan masalah sosial" href="http://mimbarjumat.com/archives/79" target="_blank">sosial</a> politik dan ekonomi. Pada setiap problem itu, al-Quran meletakkan sentuhannya yang mujarrab dengan dasar-dasar yang umum yang dapat dijadikan landasan untuk langkah-langkah manusia selanjutnya yang relevan di setiap zaman.</p>
<p>Sejak diturunkannya sampai dengan sekarang al-Quran tidak pernah terlepas dari suatu tradisi yang sedang berjalan. Dengan kata lain, pesan-pesan al-Quran selalu berhubungan dengan <a title="pribadi unik" href="http://mimbarjumat.com/archives/386" target="_blank">pribadi</a> atau masyarakat yang mengganggapnya sakral atau sebagai sentralitas etika universal.</p>
<p>Jika melihat kondisi ummat Islam pada saat al-Quran diturunkan, melalui momentum nuzulul Quran ini, semua peristiwa di masa lalu itu dibangkitkan melalui perenungan. Jadi ada kesamaan konteks ketika al-Quran diturunkan pertama kali dengan kondisi terkini yang secara sosial, politik, ekonomi dan agama memang sedang mengalami kebobrokan dan membutuhkan pemecahannya.</p>
<p>Untuk itu, ummat Islam sebagai ummat yang terbaik mengemban tugas berat yang berkaitan dengan memahami, mengilhami dan melakukan tanggung jawab. Karena memahami dan menaf sirkan adalah bentuk yang paling mendasar dari keberadaan manusia dimuka bumi yang memiliki<br />
jabatan sebagai khalifah.</p>
<p>Dengan demikian, eksistensi ummat Islam sebagai ummat yang terbaik tidak diragukan. Dengan bantuan ilmu pengetahuan dan agama, peristiwa Nuzulul Quran yang terjadi beberapa abad yang lalu menjadi sesuatu yang berkesinambungan hingga kini.</p>
<p>Masa lalu tidaklah usang dan ia menjadi pendahulu masa kini. Maka dari itu, upaya memahami makna nuzulul Quran pada saat sekarang ini sama sekali tidak menghilangkan makna dan konteks terdahulu, melainkan merangkumnya untuk kemudian diteruskan hingga kini. Ada semacam <a title="membangun harapan" href="http://mimbarjumat.com/archives/69" target="_blank">harapan</a> yang harus terpenuhi dalam menghadapi tantangan global saat ini sebagaimana Rasulullah juga menghadapi tantangan dan ujian yang berat.</p>
<p>Setelah melihat konteks nuzulul Quran, tugas selanjutnya ialah melakukan kontektualisasi ajaran dan pesan yang terkandung dalam peristiwa nuzulul Quran. Kita harus selalu berdampingan dengan al-Quran dalam setiap pikiran, perkataan dan perbuatan. Persahabatan kita dengan al-Quran baru sebatas pragmatis dan belum menjadi sesuatu yang harmonis sehingga al-Quran belum membuka solusi terhadap problem kehidupan.</p>
<p>Selain itu, ketika def inisi konkrit dari nilai-nilai al-Quran ialah menghadirkannya dalam pikiran dan realita semakin berkurang intensitasnya sehingga membacanya yang dianggap sebagai ibadah hanya menjadi bacaan biasa karena dibaca tanpa pengamalan dan penghayatan.</p>
<p>Terjadi pengaburan pada batas-batas norma dan etika. kekacauan dan ketidakdisiplinan di kubu wakil rakyat yang masih sulit diverif ikasi dalam memberikan keterangan tentang identitas individu dalam proses pemilu menunjukkan keremangan nasib bangsa. Pantaskah mereka mewujudkan keadilan sosial yang menyeluruh jika kejujuran belum menjadi dasar kursi kepemimpinan.</p>
<p>Masalah lainnya adalah ekonomi yang perlu mendapatkan perhatian serius. Asumsi tentang indikator pertumbuhan dipahami dengan meratanya volume perdagangan, padahal pengentasan <a title="perjuangan/usaha mengalahkan kemiskinan" href="http://mimbarjumat.com/archives/129" target="_blank">kemiskinan</a> masih berjalan di tempat dan belum menemukan solusi yang berarti.</p>
<p>Ketika Negara gagal merepresentasikan kepentingan warga lemah, melalui momentum Nuzulul Quran, kepentingan membangun Negara digugat. Di samping itu angka pengangguran semakin bertambah di tengah laju pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>Kasus rendahnya adaptasi lulusan sekolah menjadi tuntutan pasar sekaligus menjadi persoalan pertama dalam <a title="Islam dan kemiskinan" href="http://mimbarjumat.com/archives/91" target="_blank">mengatasi kemiskinan global</a>. Belum lagi Lembaga pemerintah yang terpercaya dalam memberantas kasus korupsi ternyata gagal dalam mengungkap kasus korupsi yang terencana dan professional.</p>
<p>Keterlibatan sejumlah pejabat tinggi Negara dan kejaksaan membuat tidak ada lagi yang bisa dipercaya dalam menegakkan keadilan. Pejabat dan wakil rakyat miskin secara hati nurani sehingga menghasilkan mentalitas koruptor.</p>
<p>Sedemikian parahkah Negeri ini? <a title="korupsi" href="http://mimbarjumat.com/archives/142" target="_blank">korupsi</a> dinyatakan sebagai akibat sikap mentalitas bangsa Indonesia yang suka menerabas yaitu mentalitas yang terkait dengan trend hidup masa kini yaitu, konsumerisme dan hedonisme yang berikutnya menghasilkan sikap permisif.</p>
<p>Mereka hanya memikirkan kesenangan diri tanpa memperdulikan klaim negatif dari norma sosial. Mereka mengaburkan batas etika. Korupsi menjadi sebuah kejahatan yang struktural sebagai hasil interaksi sosial yang berulang dan terpola. Nasionalisme yang dibanggakan telah beralih kepada nasionalisme yang simbolistis dan cendrung destruktif pada dirinya sendiri.</p>
<p>Jika kecendrungan manusia di zaman globalisasi yang didukung dengan kemajuan teknologi ini cendrung memperlihatkan sisi egoisitas dalam memenuhi kebutuhan materialnya, maka ada baiknya juga menggunaka ego untuk memenuhi kebutuhan spiritual kepada Allah yang sebenarnya menjadi ikatan primordial antara hamba dan Tuhan-Nya (<em>Hablum min Allah wa hablum minan-naas</em>).</p>
<p>Karena secara psikologis ego merupakan pusat pencerapan dan kesadaranyang memberi kesempatan dan kemampuan untuk memiliki kesadaran diri sepenuhnya. Dan ego tidak lagi dipahami dengan opini negatif.</p>
<p>Kesadaran yang mendasar terhadap perisitiwa Nuzulul Quran memberikan akses kepada esensi al-Quran dengan keanekaragaman dimensi dan nilai holisitiknya. Bersamaan dengan itu keraguan terhadap al-Quran hilang dan digantikan dengan keyakinan yang teguh. Keyakinan yang teguh kepada al-Quran setelah dengan melakukan pencerapan dan penghayatan dapat membuka pintu-pintu hidayahnya sebagai sumber etika dan nilai universal.</p>
<p>Al-Quran sebagai Kalamullah secara komprehensif terbukti telah mencerahkan eksistensi kebenaran dan moral manusia. Mukjizat dan wahyu yang menjadi kitab bagi ummat Islam khususnya dan seluruh ummat pada umumnya tidak habis-habisnya menguraikan secara detail subtansi kebenaran. Ayat-ayatnya senantiasa melahirkan interpretasi filosofis yang menggugat infiltrasi pemikiran kebenaran semu bahkan menyesatkan dari para pemikir non wahyu.</p>
<p>Al-Quran yang membuka ruang penafsiran secara tipikal menukik pada akal orisinil dan langsung menyentuh aspek mendasar dalam kehidupan, yaitu etika dan moral dalam hubungannya sebagai hamba dengan Sang Khaliq-Allah.</p>
<p>Salah satu penyebab utama kekerasan dan konflik yang dialami ummat manusia karena tidak menjadikan al-Quran sebagai sumber nilai etika dan moral. Keadaan ini menurut Harun Yahya seorang Filsuf Islam Kontemporer adalah dengan mengupayakan nilai-nilai moral dan etika dalam al-Quran diberlakukan dalam kehidupan.</p>
<p>Allah Swt telah berbicara dalam al-Quran tentang kaidah besar seperti keadilan, perdamaian, kebenaran, Iman dan Islam. Dia juga berbicara tentang <a title="Menjadi Islam Kaffah dengan Muamalah yang Islami" href="http://mimbarjumat.com/archives/236" target="_blank">muamalah</a> dan pandangan hidup. Problem apapun yang terjadi, krisis apapun yang berlaku, solusi dan penawarannya ada di dalam al-Quran.</p>
<p>Dengan semangat baru, Nuzulul quran menjadi momentum efektif jika Al-Quran dijadikan sebagai solusi problem kehidupan yang memberitahukan tuntutan yang harus dilaksanakannya dalam membangkitkan berbagai niiai yang diinginkan dalam penyucian jiwa.</p>
<p>Membaca al-Quran sebagai jalan mencari solusi juga menyempurnakan ibadah lainnya. Ia dapat berfungsi dengan baik jika dalam membacanya disertai dengan adab-adab batin dalam perenungan, khusyu’ dan mentadabburinya yang akhirnya banyak mendatangkan manfaat berupa petunjuk dari Allah, inspirasi dan basis imajenasi.</p>
<p>Bertadabbur berarti memperhatikan dan merenungi makna-maknanya. Bahkan Ibnu Mas’ud berkata, “<em>Barang siapa yang menghendaki ilmu orang-orang yang terdahulu dan ilmu orang-orang yang akan datang, hendaklah ia mendalami Al-Quran</em>“.</p>
<p>Kitab Ummat islam ini memberikan pedoman serta jalan yang lurus yang mampu menghindari buruknya kesesatan. Etika kehidupan dan akhlak kan’mah terangkum dalam Al-Quran. Bahkan, Rasulullah sendiri dibina akhlaknya langsung oleh Al-Quran.</p>
<p>Melalui Nuzulul Quran ini, mari bersama membangun Indonesia dengan spririt keimanan dan keislaman. Menjadikan <a title="pribadi rasulullah" href="http://mimbarjumat.com/archives/126" target="_blank">akhlak Rasulullah</a> sebagai basis sumber daya manusia. Akhirnya Nuzulul Quran di masa lalu membawa pesan yang sama di masa kini dan akan selalu menjadi landasan structural yang abadi di masa mendatang. Amin.</p>
<p>(sumber: <a href="http://mimbarjumat.com/">http://mimbarjumat.com</a> )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riduanfrido.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riduanfrido.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riduanfrido.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riduanfrido.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riduanfrido.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riduanfrido.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riduanfrido.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riduanfrido.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riduanfrido.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riduanfrido.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riduanfrido.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riduanfrido.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riduanfrido.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riduanfrido.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riduanfrido.wordpress.com&amp;blog=15462578&amp;post=65&amp;subd=riduanfrido&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riduanfrido.wordpress.com/2010/08/28/masihkah-al-quran-bersama-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f680d6c3df7fdf2c02def10d1184bd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">riduanfrido</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
